• About
  • Redaksi
  • FAQ
Newsletter
kabarjejakkasus.id
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlemen
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlemen
No Result
View All Result
kabarjejakkasus.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Jejak Lumpur dan Keserakahan: Tangkap Yasrin, Pelaku PETI Bulangita

Redaksi by Redaksi
Juli 21, 2025
in Daerah, Hukrim, Pemerintah, Uncategorized
0
Jejak Lumpur dan Keserakahan: Tangkap Yasrin, Pelaku PETI Bulangita
197
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gorontalo, KABARjejakkasus.id  – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus mencoreng wajah penegakan hukum dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Kali ini, nama Yasrin, seorang pelaku usaha PETI asal Desa Bulangita, mencuat ke permukaan setelah terpantau mengoperasikan satu unit ekskavator merek SANY di areal tak berizin, yang telah mengakibatkan sedimentasi ke wilayah Teratai—suatu kawasan strategis ekologis dan pertanian warga.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Senin, 21 Juli 2025, seorang warga Desa Bulangita yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa selama beroperasinya kegiatan tambang ilegal milik Yasrin, tidak ada kontribusi apa pun yang dirasakan oleh masyarakat. “Kami cuma dapat debu, lumpur, dan suara bising. Tidak pernah ada bantuan, perbaikan fasilitas, apalagi perhatian terhadap dampak lingkungan,” ujar warga tersebut. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa kegiatan PETI yang dilakukan Yasrin bersifat eksploitatif dan tidak menyisakan nilai manfaat bagi masyarakat sekitar, kecuali kerusakan.

Related articles

Sebagian pelaku usaha Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Sebagian pelaku usaha Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Januari 3, 2026
—Pngtree—cartoon vector handcuffs clipart_5891934

Tambang Ilegal di Dengilo: Tantangan Pengawasan dan Keterlibatan Oknum Aparat

Desember 25, 2025

Kegiatan Yasrin merupakan bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengatur bahwa setiap kegiatan penambangan wajib dilengkapi dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Pasal 158 dari regulasi tersebut menyatakan bahwa:

ADVERTISEMENT

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah).”

Dengan demikian, seluruh aktivitas Yasrin di Desa Bulangita merupakan tindak pidana murni yang wajib ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, sedimentasi yang mengalir ke kawasan Teratai dapat dikategorikan sebagai pencemaran lingkungan yang diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam hal ini, Pasal 98 ayat (1) menegaskan:

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun serta denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.”

Artinya, Yasrin berpotensi dijerat dengan dua lapis pidana, yaitu pidana pertambangan dan pidana lingkungan.

Lebih menyakitkan lagi, sebagaimana dilaporkan oleh warga, tidak ada kontribusi sosial apa pun yang diberikan Yasrin kepada masyarakat sekitar. Tidak ada program pemberdayaan, tidak ada alokasi keuntungan untuk fasilitas umum, tidak ada itikad baik untuk mengatasi dampak sosial maupun ekologis. Tambang yang dijalankannya hanya memperkaya diri pribadi dan kroni, sementara masyarakat menanggung lumpur, debu, dan ketimpangan.

Dalam kerangka Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial, Yasrin telah gagal memenuhi kewajiban sosial yang semestinya melekat pada setiap aktivitas ekonomi, terlebih dalam sektor ekstraktif yang penuh risiko kerusakan. Bahkan dalam operasi legal sekalipun, kontribusi sosial (CSR) merupakan standar minimal. Bagaimana mungkin operasi ilegal seperti yang dilakukan Yasrin, dibiarkan tanpa evaluasi dan penindakan?

Pertanyaan yang mengemuka adalah: di mana negara? Mengapa alat berat bisa leluasa bekerja di tanah yang tidak berizin? Apakah aparat tutup mata? Apakah pemda lumpuh oleh ketakutan atau kompromi?

Jika instrumen hukum negara dibiarkan kalah oleh ekskavator SANY milik Yasrin, maka demoralisasi hukum akan terjadi. Penambang ilegal lain akan merasa memiliki legitimasi melalui impunitas, dan ini adalah preseden buruk bagi tata kelola sumber daya alam di Pohuwato.

Sebagai pelanggar hukum, Yasrin seharusnya ditangkap dan diproses secara pidana. Tidak cukup dengan teguran atau penghentian sementara. Aparat penegak hukum, baik Polri, Kejaksaan, maupun Satpol PP Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM, harus bergerak cepat. Pembiaran hanya akan menjadi bukti bahwa negara telah dikalahkan oleh rente dan alat berat.

Kasus Yasrin adalah potret ketimpangan struktural: segelintir orang menguasai alat berat dan memperkaya diri dari emas negara, sementara rakyat sekitar tidak mendapat bagian apa pun selain kerusakan. Lebih tragis lagi, hukum yang seharusnya melindungi masyarakat malah bungkam di hadapan kekuasaan modal ilegal.

Menangkap Yasrin bukan sekadar soal hukum. Ini soal restore kepercayaan publik pada negara. Ini soal meluruskan kembali arah pembangunan agar tidak hanya menguntungkan segelintir pelanggar, tetapi memberi ruang bagi keadilan sosial dan kelestarian ekologis.

Tim-Redaksi

Share79Tweet49Send

Related Posts

Sebagian pelaku usaha Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Sebagian pelaku usaha Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

by Redaksi
Januari 3, 2026
0

  Pohuwato,(kabarjejakkasus.id)- Desa Karya Baru dan Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, kini sedang melakukan normalisasi sungai sebagai upaya menghadapi...

—Pngtree—cartoon vector handcuffs clipart_5891934

Tambang Ilegal di Dengilo: Tantangan Pengawasan dan Keterlibatan Oknum Aparat

by Redaksi
Desember 25, 2025
0

Pohuwato, (kabarjejakkasus.id) - Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, semakin terang-terangan dan mengkhawatirkan. Berdasarkan temuan...

Perkemahan KKRI Gelombang III Triwulan IV TA 2025 di Kodim 1313/Phw, di Tutup Secara Resmi

Perkemahan KKRI Gelombang III Triwulan IV TA 2025 di Kodim 1313/Phw, di Tutup Secara Resmi

by Redaksi
Desember 14, 2025
0

Pohuwato, (kabarjejakkasus.id) - Pukul 10.40 Wita, di Lapangan Upacara Makodim 1313/Pohuwato, telah dilaksanakan Upacara Penutupan Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia...

Di Boalemo Dampak Aktivitas Tambang Ilegal Menggunakan Alat Berat, Berdampak ke Air Bersih di Desa Bendungan

by Redaksi
Desember 4, 2025
0

Boalemo, (kabarjejakkasus.id) - Aktivitas tambang ilegal di wilayah Sepa Dusun Botuliodu, Desa Bendungan, Kecamatan Mananggu, kabupaten Boalemo sangat meresahkan masyarakat....

Mediasi Gagal, Perkara Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Oknum Konten Kreator ZH Tetap Lanjut

Mediasi Gagal, Perkara Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Oknum Konten Kreator ZH Tetap Lanjut

by Redaksi
Desember 4, 2025
0

  GORONTALO, (kabarjejakkasus.id)  - Dugaan Pelanggaran Hak Cipta yang dilakukan oleh Konten Kreator ZH alias Ka Kuhu ditolak mentah-mentah oleh...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dugaan Intimidasi Ketua BPD Hulawa: Penambang Klaim Diancam Pakai Parang

Mahasiswi Diduga Dibungkam, Pengelola dan Wakil Rektor 3 Fokus Jaga Citra

Oktober 4, 2025
Polres Pohuwato Bongkar Kasus Pengancaman dan Penutupan Puskesmas Lemito, Penyidikan Resmi Dimulai

Polres Pohuwato Bongkar Kasus Pengancaman dan Penutupan Puskesmas Lemito, Penyidikan Resmi Dimulai

Agustus 2, 2025
Kolaborasi Humanis, Polres Pohuwato dan KMG Sepakat Kawal Penegakan Hukum

Kolaborasi Humanis, Polres Pohuwato dan KMG Sepakat Kawal Penegakan Hukum

Oktober 3, 2025
1×24 Jam atau Kami Turun ke Jalan! Mahasiswa Ultimatum Dokter IH

1×24 Jam atau Kami Turun ke Jalan! Mahasiswa Ultimatum Dokter IH

Oktober 7, 2025

US Commodities Regulator Beefs Up Bitcoin Futures Review

0

Bitcoin Hits 2018 Low as Concerns Mount on Regulation, Viability

0

India: Bitcoin Prices Drop As Media Misinterprets Gov’s Regulation Speech

0

Bitcoin’s Main Rival Ethereum Hits A Fresh Record High: $425.55

0
Sebagian pelaku usaha Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Sebagian pelaku usaha Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Januari 3, 2026
—Pngtree—cartoon vector handcuffs clipart_5891934

Tambang Ilegal di Dengilo: Tantangan Pengawasan dan Keterlibatan Oknum Aparat

Desember 25, 2025
Perkemahan KKRI Gelombang III Triwulan IV TA 2025 di Kodim 1313/Phw, di Tutup Secara Resmi

Perkemahan KKRI Gelombang III Triwulan IV TA 2025 di Kodim 1313/Phw, di Tutup Secara Resmi

Desember 14, 2025

Di Boalemo Dampak Aktivitas Tambang Ilegal Menggunakan Alat Berat, Berdampak ke Air Bersih di Desa Bendungan

Desember 4, 2025

Kabarjejakkasus.id – Pemburu Fakta 

Kategori
  • Daerah
  • Hukrim
  • Nasional
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Uncategorized
Tag
Altcoin Bitcoin drops Bitcoin Wallet Bupati Saipul Mbuinga Cointelegraph Cryptocurrency deb cloktor deklarasi ICO Investment Iwan s adam Jhojo Rumampuk kabar jejak kasus Kapolri Lending Limonu Hippy Market Stories Mining Bitcoin pemburu fakta polda polisi Polresta polsek Premanisme ramadan vidusia wabup Pohuwato
  • About
  • Redaksi
  • FAQ
© 2025 Hosted by Cell Cloud Services – Copyright by PT Kabar Multimedia Group.
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintah
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Politik
  • Parlemen

© 2025 Copyright by kabarjejakkasus.id.