GORONTALO — Beredarnya video viral yang memperlihatkan ambulans membawa pasien bayi dalam perjalanan rujukan mendapat perhatian serius dari TRC PPAI Gorontalo.
Ketua TRC PPAI Gorontalo, Dikrison Imran, mengecam keras tindakan yang dinilai menghalangi laju ambulans yang sedang membawa pasien untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami mengecam keras tindakan menghalangi laju ambulans, terlebih ambulans tersebut sedang membawa pasien bayi untuk mendapatkan rujukan. Jangan sampai karena ego dan ketidakpedulian di jalan, nyawa pasien menjadi taruhannya,” tegas Dikrison.
Pernyataan tersebut senada dengan Hais Maadi, Koordinator Kabupaten Boalemo TRC PPAI Gorontalo yang juga pernah menjadi driver ambulans.
Menurut Hais, pengalaman mengemudikan ambulans membuatnya memahami tekanan ketika membawa pasien dalam kondisi darurat. Pengemudi ambulans membutuhkan ruang agar pasien dapat segera tiba di fasilitas kesehatan.
“Saya pernah menjadi driver ambulans. Yang dibutuhkan saat itu bukan hambatan, tetapi ruang agar ambulans bisa segera sampai ke fasilitas kesehatan,” ujar Hais.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap ambulans sekadar kendaraan yang ingin mendahului. Di dalamnya bisa terdapat bayi, korban kecelakaan, maupun pasien dalam kondisi kritis.
Jangan Biarkan Ego Mengalahkan Kemanusiaan
Dikrison dan Hais mengajak seluruh pengguna jalan untuk memberikan prioritas kepada kendaraan emergency. Saat mendengar sirene ambulans, pengendara diharapkan tetap tenang, menepi dengan aman, dan tidak menghambat perjalanan.
“Bayangkan jika yang berada di dalam ambulans adalah anak kita atau keluarga kita. Tentu kita ingin pengguna jalan memberikan jalan,” kata Dikrison.
Hais menambahkan, kondisi darurat bisa dialami siapa saja.
“Hari ini mungkin kita yang memberikan jalan. Besok bisa jadi kita atau keluarga kita yang berada di dalam ambulans. Mari sama-sama peduli dan berikan jalan,” pungkasnya.
TRC PPAI Gorontalo berharap kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa memberikan jalan kepada ambulans bukan sekadar etika berlalu lintas, tetapi bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kemanusiaan.
Di dalam ambulans ada manusia yang sedang berjuang untuk mendapatkan pertolongan.
















