POHUWATO, 14 Oktober 2026 – Pani Gold Mine (PGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat di wilayah lingkar tambang. Melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), PGM memberikan dukungan gizi kepada ibu hamil dan anak yang terindikasi mengalami masalah gizi di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, pada 12–14 Oktober 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membantu mencegah stunting sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Dalam pelaksanaannya, PGM menyalurkan bantuan kepada 10 ibu hamil yang mengikuti kegiatan Posyandu di enam dusun di Desa Hulawa. Masing-masing penerima memperoleh empat kotak susu, lima butir telur ayam kampung, serta bubur kacang hijau sebagai tambahan asupan gizi.
Tidak hanya menyasar ibu hamil, dukungan juga diberikan kepada 15 anak yang terindikasi stunting. Bantuan berupa susu diberikan berdasarkan rekomendasi dokter dan petugas gizi Puskesmas, disertai biskuit serta bubur tim khusus bagi bayi berusia 6–12 bulan.
Program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak dini. Bagi ibu hamil, pemenuhan asupan gizi juga menjadi bagian penting dalam mencegah risiko Kurang Energi Kronis (KEK).
Petugas Puskesmas Buntulia, Nurfaizan Giasi, menyambut positif dukungan yang diberikan PGM. Menurutnya, kolaborasi tersebut mulai memberikan dampak terhadap perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam meningkatkan partisipasi ibu hamil dan orang tua membawa anak ke Posyandu.
«“Kami sangat bersyukur dan berharap PGM bisa terus mendampingi kami. Perubahan yang sangat terasa dari program kolaborasi ini yaitu kunjungan ibu hamil yang meningkat, mengingat sebelumnya tantangan terbesar kami yaitu banyak orang tua yang masih enggan membawa anaknya ke Posyandu. Dari kami pihak Puskesmas juga akan terus mengedukasi para orang tua terkait stunting,” ujar Nurfaizan saat memantau pemeriksaan kesehatan ibu hamil.»
Dukungan tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Irmawati Lihawa, salah satu warga Desa Hulawa, mengatakan bantuan yang diterima sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
«“Dengan adanya bantuan ini, ekonomi keluarga kami sangat diringankan karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk beli susu lagi tiap bulan, dan gizi anak kami juga terpenuhi. Kami berterima kasih banyak kepada perusahaan,” tuturnya.»
Selain pemberian makanan tambahan, kegiatan tersebut turut diisi dengan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan pemeriksaan fisik anak oleh petugas Puskesmas Buntulia. Kegiatan Posyandu dilaksanakan di enam dusun, yakni Poladingo, Butato, Popaya, Hele, Kapali, dan Mekarjaya.
CSR Manager Pani Gold Mine, Fabilia Merung, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PGM terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah lingkar tambang.
«“Dukungan rutin yang kami berikan setiap bulannya ini adalah bentuk kepedulian nyata perusahaan terhadap pemenuhan gizi masyarakat. Kami berharap bantuan ini bisa berperan besar dalam mencegah stunting sedini mungkin, sehingga anak-anak dan ibu hamil di Desa Hulawa bisa terus sehat dan tumbuh dengan baik,” ungkap Fabilia.»
Melalui kolaborasi antara perusahaan, Puskesmas, pemerintah desa, kader Posyandu, dan masyarakat, PGM berharap upaya pemenuhan gizi serta pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pencegahan stunting, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah lingkar tambang.
















