POHUWATO, 26 OKTOBER 2026 — Pemerintah Kabupaten Pohuwato terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung upaya pengendalian malaria. Hal tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di tingkat puskesmas se-Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amaris, Kota Gorontalo, Senin (26/10/2026), secara resmi dibuka oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Mahyudin Ahmad.
Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Dinas Kesehatan sebagai bagian dari langkah peningkatan kompetensi tenaga laboratorium, khususnya dalam pemeriksaan mikroskopis malaria.
Dalam sambutannya, Mahyudin Ahmad memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato serta seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat pengendalian penyakit menular, termasuk malaria yang masih membutuhkan perhatian serius dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pengendalian malaria tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan komitmen pemerintah. Upaya tersebut juga membutuhkan dukungan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, sistem surveilans yang baik, kemampuan diagnosis yang tepat, serta respons penanganan kasus yang cepat.
Dalam konteks tersebut, tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik memiliki posisi strategis. Pemeriksaan laboratorium, khususnya pemeriksaan mikroskopis malaria, menjadi bagian penting dalam memastikan diagnosis pasien.
Kemampuan mengidentifikasi parasit malaria, menentukan spesies Plasmodium, hingga memperkirakan kepadatan parasit harus dilakukan secara cermat karena hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan pasien.
Mahyudin menegaskan bahwa kompetensi tenaga laboratorium perlu terus dipelihara dan diperbarui. Pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh melalui pendidikan maupun pelatihan sebelumnya harus terus diasah agar kualitas pemeriksaan tetap memenuhi standar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mampu memperkuat keterampilan praktik para peserta. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menyamakan persepsi dalam pemeriksaan mikroskopis sekaligus memperkuat penerapan pengendalian mutu laboratorium di seluruh puskesmas di Kabupaten Pohuwato.
Kepada peserta, Mahyudin meminta agar seluruh rangkaian pelatihan diikuti secara serius dan aktif. Peserta juga didorong untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan berdiskusi serta menggali pengetahuan dan pengalaman dari narasumber maupun instruktur.
Pelatihan ini, lanjutnya, juga harus menjadi ruang evaluasi bagi setiap peserta untuk mengukur kemampuan yang telah dimiliki, mengenali kekurangan, dan meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan.
Setelah pelatihan selesai, peserta diharapkan dapat menerapkan kompetensi yang diperoleh di masing-masing tempat kerja. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat ditularkan kepada rekan sejawat sehingga manfaat peningkatan kapasitas tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi turut memperkuat mutu pelayanan laboratorium di seluruh puskesmas.
Menutup sambutannya, Mahyudin menyampaikan penghargaan kepada panitia, narasumber, instruktur, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi.
Ia berharap kegiatan tersebut berlangsung dengan baik dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga laboratorium yang kompeten, profesional, teliti, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Pohuwato.
















