kabarjejakkasus Bone Bolango – Musibah tragis kembali terjadi di kawasan pertambangan Suwawa. Seorang penambang bernama Ferli Antule, warga Desa Segitia, Kecamatan Bonepantai, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran material tambang di lokasi Tibor 17, Jumat (5/6/2026).
Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat korban tengah melakukan aktivitas penambangan seperti biasa. Namun secara tiba-tiba, tebing tanah di sekitar area kerja mengalami longsor dan menjatuhkan material berupa tanah serta bebatuan dalam jumlah besar yang langsung menimbun korban.
Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, tidak ada tanda-tanda yang mengindikasikan akan terjadinya longsor. Kondisi tersebut membuat korban tidak sempat menyelamatkan diri saat material runtuh dengan cepat dan menutupi area tempatnya bekerja.
Rekan-rekan korban yang berada di sekitar lokasi segera berupaya melakukan pertolongan. Mereka berusaha menggali tumpukan material untuk mengevakuasi korban. Namun beratnya medan dan banyaknya material longsoran membuat proses penyelamatan berlangsung sulit dan penuh kendala.
Setelah berhasil dievakuasi, Ferli Antule dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian.
POLISI TURUN TANGAN
Kapolsek Suwawa, Iptu Ismet Ishak, membenarkan insiden kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan informasi dari para saksi.
“Benar, telah terjadi kecelakaan kerja di area tambang Tibor 17, Suwawa. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara lengkap penyebab dan kronologi kejadian,” ungkapnya.
Selain melakukan pemeriksaan saksi, pihak kepolisian juga mendalami aspek keselamatan kerja di lokasi pertambangan, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
TANGIS KELUARGA PECAH DI RUMAH DUKA
Kabar meninggalnya Ferli Antule sontak mengundang duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat di Desa Segitia. Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika jenazah korban tiba dan disambut isak tangis keluarga yang tidak kuasa menahan kesedihan.
Kepergian korban yang sedang berjuang mencari nafkah untuk keluarga menjadi pukulan berat bagi orang-orang terdekatnya. Sejumlah kerabat dan warga setempat turut berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pertambangan, mengingat tingginya risiko yang mengancam para pekerja di lapangan.
















