Gorontalo, JK –Jumat Malam Suasana tenang di Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango, mendadak berubah menjadi mencekam dan penuh kewaspadaan. Warga setempat, khususnya kaum perempuan, kini dilingkupi rasa waswas setelah munculnya aksi teror tak bermoral oleh seorang pria misterius baru-baru ini, (29/05/2026).
Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut nekat menyusup ke area privat warga dan memanjat pondasi kamar mandi demi mengintip seorang perempuan berinisial NR yang saat itu sedang membersihkan diri. Aksi nekat ini memicu kecaman luas dari masyarakat yang menuntut keamanan lingkungan segera ditingkatkan.
Kronologi Kejadian: Memanfaatkan Celah di Balik Kegelapan
Peristiwa traumatis ini bermula ketika korban, NR, sedang berada di dalam kamar mandi rumahnya setelah seharian beraktivitas. Seperti malam-malam biasanya, suasana di sekitar kediamannya tergolong sepi. Namun, tanpa disadari oleh korban, bahaya sedang mengintai dari luar dinding rumah.
Memanfaatkan kondisi lingkungan yang minim penerangan, pelaku secara diam-diam mengendap-endap mendekati area luar kamar mandi. Dengan sangat lihai dan terencana, pria misterius tersebut
memanfaatkan celah terbuka di bagian atas bangunan. Ia kemudian nekat memanjat dinding pondasi beton yang cukup tinggi agar bisa melancarkan aksi bejatnya melihat ke dalam.
Detik-Detik Korban Sadar Sedang Diintip
Aksi pelaku yang mengira situasinya aman akhirnya berujung kegagalan. Saat sedang mandi, NR merasakan ada sesuatu yang janggal. Semburat cahaya yang masuk ke kamar mandi tiba-tiba terhalang oleh sebuah bayangan hitam besar yang berada tepat di bagian atas pondasi.
”Awalnya ada gelagat aneh dan bayangan bergerak di atas dinding. Pas saya pastikan, ternyata ada wajah orang asing yang sedang mengintip,” ungkap korban NR yang masih syok.
Menyadari kesucian ruang privatnya telah dilanggar oleh orang tak dikenal, kepanikan luar biasa langsung melanda NR. Tanpa berpikir panjang, ia spontan berteriak histeris meminta pertolongan sekeras-kerasnya. Teriakan melengking di tengah malam itu seketika memecah kesunyian desa.
Mendengar jeritan histeris dari dalam kamar mandi, pelaku langsung panik seketika. Sadar bahwa posisinya telah ketahuan dan warga akan segera berdatangan, ia bergegas turun dengan terburu-buru. Pelaku langsung mengambil langkah seribu, berlari kencang membelah kegelapan malam dan masuk ke area
perkebunan warga sebelum massa sempat mengepung serta menangkapnya.
Pentingnya Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling)
Tragedi ini menjadi alarm keras bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Bone Raya. Peristiwa ini membuktikan bahwa faktor lingkungan, terutama masalah instalasi penerangan di sekitar area luar kamar mandi atau bagian belakang rumah, memegang peranan yang sangat vital.
Warga diimbau untuk tidak membiarkan ada area rumah yang gelap gulita demi mencegah aksi penyusupan atau kriminalitas serupa di kemudian hari. Selain itu, penutupan celah-ventilasi yang terlalu longgar kini mulai dilakukan mandiri oleh warga sekitar guna mengantisipasi kejadian berulang.
Pelaku Panik, Tinggalkan Barang Bukti Sandal Jepit Hitam
Meski berhasil meloloskan diri dari kepungan massa malam itu, pelarian sang pria misterius tampaknya tidak berjalan mulus sepenuhnya. Karena panik mendengar teriakan korban dan takut diamuk massa, ia melakukan kecerobohan fatal saat melompat turun dari pondasi.
Di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), warga yang melakukan penyisiran menemukan barang bukti berharga yang tertinggal. Sepasang sandal jepit berwarna hitam berukuran pria dewasa ditemukan tergeletak begitu saja tepat di bawah pondasi kamar mandi. Diduga kuat, pelaku terburu-buru kabur bertelanjang kaki hingga melupakan alas kakinya.
Menjadi Bukti Kunci Penyelidikan
Kini, sepasang sandal jepit hitam tersebut telah diamankan dan menjadi barang bukti kunci bagi warga serta pihak berwenang. Jejak fisik ini diharapkan dapat mempermudah proses identifikasi untuk mengungkap siapa sebenarnya sosok pria misterius di balik teror ini.
Tokoh masyarakat setempat meminta agar kasus ini diusut tuntas karena telah merenggut rasa aman warga Kecamatan Bone Raya, khususnya bagi kaum perempuan yang kini merasa terancam bahkan di dalam rumah mereka sendiri.
Penulis: Zulkipli Uno
Tim: PW. Investigasi
















